Memahami Fundamental Bisnis

How can I help you? merupakan prinsip dasar hubungan dalam berbisnis. Bahwa, fundamental bisnis adalah menjawab kebutuhan manusia. Business is always about meeting people needs. Tidak ada bisnis tanpa kebutuhan orang. Bisnis apapun, usaha apapun itu selalu tentang orang. Kita butuh orang untuk menggunakan dan membeli produk yang kita tawarkan. Kita butuh orang untuk mengerjakannya. Bisnis selalu tentang manusia. Tentang menjawab kebutuhan orang banyak.

Jangan memulai suatu bisnis atau usaha dengan berangkat dari pemikiran bahwa bisnis apa yang untungnya besar. Bisnis apa yang bisa bikin kaya. Hal ini adalah permulaan yang keliru. Seharusnya, saat ingin memulai suatu bisnis, mulailah dengan berangkat dari pemikiran tentang bisnis apa yang kira-kira bermanfaat untuk hidup orang banyak. Bisnis apa yang dicari dan dibutuhkan orang banyak.

Apabila bisnis yang dijalankan betul-betul menjawab kebutuhan orang, sudah pasti bisnis kita dicari orang. Slogan bisnis “how can I help you?” kerap kali dilupakan. Orang lupa bahwa ketika memulai sebuah bisnis seharusnya berangkat dari bagaimana bisnis tersebut bisa menolong hidup orang lain supaya lebih baik.

Sekarang, pertanyaannya adalah, apakah bisnis dan usaha yang kita geluti benar-benar menolong orang? Apakah bisnis dan usaha yang kita jalankan hari ini menjawab kebutuhan masyarakat? Apakah bisnis dan usaha tersebut hadir untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak?

Banyak orang yang memulai dan menjalankan bisnis hanya semata-mata untuk mencari keuntungan. Tidak peduli kebutuhan dan kebaikan yang mereka berikan melalui bisnis atau usaha mereka. Bukannya meningkatkan kualitas hidup, tapi malah merusak kesehatan masyarakat. Merusak kualitas hidup masyarakat. Produk-produk yang dihasilkan dan dijual meracuni hidup masyarakat.

Standar terbaik dalam berbisnis adalah apa yang diinginkan untuk diri sendiri. Ungkapan “perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan” harus menjadi sebuah ukuran atau standar kualitas. Standar tersebut tidak boleh diturunkan ketika kita menciptakan sebuah produk untuk dijual. “Jual yang kita sendiri mau beli, buat yang kita sendiri mau pakai, masak yang kita sendiri mau makan”.

Ide bisnis itu harusnya berangkat dari memanusiakan manusia. Bukan hanya sekedar seberapa banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis tersebut.

Di dalam berbisnis jangan hanya fokus mencari keuntungan untuk diri sendiri. Fokuslah kepada kepentingan konsumen juga. Orang berbisnis tidak mungkin tidak mencari keuntungan. Namun, bagaimana caranya ketika berbisnis kita menggunakan cara-cara yang juga menguntungkan konsumen.

Terkadang demi cepat kaya, banyak yang menghalalkan segala cara, menipu sana sini, mengabaikan kepercayaan orang. Padahal nilai kepercayaanlah yang akan membuat hubungan bisnis menjadi langgeng dan dicari banyak orang.

Ingat, ada “the power of recommendation”. Keuntungan besar yang diperoleh satu kali tidak sebanding dengan keuntungan kecil yang berkelanjutan. Peganglah prinsip harus selalu menjaga hubungan, karena kita tidak pernah tahu kedepannya akan seperti apa. Pastikan bahwa diri kita, bisnis kita, bisa dipercaya orang. (*)

sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *