Kembangkan Kemampuan Berbisnis di Pascasarjana STIE Nobel Indonesia

Ayu Atifah Amalia Asikin, S.Sos., bertekad kembangkan bisnis yang dirintisnya sejak masih berstatus mahasiswa Strata Satu (S1). Tak cukup dengan hanya bekal pengalaman, untuk mengepakkan sayap bisnis juga butuh wawasan berbasis keilmuan yang mumpuni agar spirit entrepreneur bisa lebih dioptimalkan.

Olehnya itu pasca kelulusannya, pada 2019 lalu wanita kelahiran Sengkang ini pun memilih melanjutkan pendidikan magisternya di program pascasarjana STIE Nobel Indonesia—sekolah bisnis pertama dan terbaik di Indonesia Timur.

Jebolan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu, ingin mendalami ilmu bisnis dan manajemen. “Sengaja saya memilih melanjutkan pendidikan di program pascasarjana STIE Nobel Indonesia karena visi dari kampus ini sejalan dengan apa yang saya cita-citakan yakni menjadi seorang entrepreneur, “ucapnya.

Dirinya pun bersyukur program pascasarjana STIE Nobel Indonesia mampu memenuhi ekspektasinya. Ilmu yang diperolehnya memberi dampak terhadap bisnis yang dikembangkan.

Wanita kelahiran 23 Juli 1993 ini adalah owner dari Athifah Florist—usaha  yang menyediakan berbagai produk buah tangan. Diantaranya buket bunga, buket snack, buket boneka, buket uang, explosion box, dan juga vektor.

Produk buah tangan ini sangat diminati untuk hadiah di hari-hari spesial, misalnya saat wisuda, ujian seminar, ujian tutup, lamaran, pernikahan, ulang tahun, lebaran, dan momen-momen spesial lainnya.

Diketahui dalam sebulan, sebelum pandemic covid-19 melanda, penjualan Athifah Florist yang dipasarkan lewat akun Instagram @athifahflorist bisa mencapai 300 pcs per bulan, dengan kisaran harga jual Rp100 ribu. Jika dirata-ratakan omzet yang diraup mencapai Rp 30 juta per bulan. 

Ayu berharap, dalam waktu dekat ini Athifah Florist sudah ada Offline Store, agar bisa membuka lapangan pekerjaan. “Semoga usaha saya ini terus berkembang dan terus memberi manfaat kepada orang banyak, sebagaimana motto kami We Love to Share Happiness, “harapnya.

Saat ini, anak pertama dari pasangan; Ayah Dr. Ir. Asikin Muchtar, M.Si., dan Ibu Mesrawaty ini tengah sibuk menyusun tesisnya. Ia mengakui bahwa ilmu yang ia peroleh di program pascasarjana STIE Nobel Indonesia tidak hanya ia terapkan dalam mengelolah bisnisnya. Tapi juga ia terapkan dalam kehidupan pribadinya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *