Gelar Bedah Buku, STIE Nobel Indonesia Datangkan Abdullah Hehamahua

Makassar, Nobel Convention Centre 22 Oktober 2019, STIE Nobel Indonesia bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Islam menggelar Bedah Buku “Integritas; Menyemai Kejujuran, Menuai Kebahagiaan” Karya Abdullah Hehamahua

Dalam kegiatan bentuk panel diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Abdullah Hehamahua selaku penulis buku, Dr. H. Mashur Razak S.E.,M.M Ketua STIE Nobel Indonesia, dan Andi Luhur Prianto sehagai pengamat politik.

Pada kesempatan ini Abdullah menyampaikan pentingnya integritas untuk anak-anak muda yang nantinya bakal masuk ke jenjang regenerasi kepemimpinan Indonesia. Lebih lanjut Abdullah mengungkap buku tersebut ditulis karena melihat pentingnya integritas di berbagai bidang kehidupan. Abdullah yang 9 tahun menjadi penasihat KPK mencoba membagikan pengalaman selama berada di lembaga anti rasuah tersebut memastikan kapasitas pegawai.

“Integritas itu wajib dimiliki setiap insan termasuk anak muda. Saya coba sampaikan pengalaman selama berada di KPK, memastikan integritas calon pegawai yang masuk. Saya menulis buku ini tulus untuk menyampaikan integritas dan menularkan bagaimana pentingnya integritas dalam kehidupan,” ungkapnya.

Integritas menurut Abdullah merupakan mata pelajaran wajib bagi pegawai baru KPK, dan mereka harus mengantongi nilai minimal 4 dari total terbaik 5 nilai. Integritas sendiri menurut Abdullah datang dari dalam diri dan harus muncul karena keinginan pribadi.

“Pernah dulu, 2004 seorang penyidik dapat 3,9 dan dipaksa diterima karena saat itu KPK perlu penyidik. Setahun berlalu eh dia ditangkap temannya sendiri karena korupsi. Integritas itu dari diri sendiri, kalau korupsi bisa dari lingkungan dan kesempatan. Maka itu integritas sangat penting,” imbuhnya.

Instansi pendidikan menurut Abdullah memiliki peran penting untuk memastikan integritas di kalangan generasi muda. Pasalnya, 86 persen dari 400 koruptor yang ditangkap KPK seluruhnya mengenyam bangku perguruan tinggi.

“Pendidikan kita selama ini seolah hanya mengejar target lulus bukan mengerti, memahami. Dikejar ijazah untuk cari kerja, bukan kompetensi dan keahlian. Padahal, hakikatnya, kita belajar untuk tahu, mengerti, memahami dan menjalankan. Ini problem pendidikan kita. Hari ini kita menggelar diskusi harapannya bisa punya integritas sejak dini, karena integritas dibangun diri sendiri,” sambung dia.

Sementara Dr. Mashur Razak menyampaikan pentingnya buku ini untuk ditelaah lebih dalam lagi oleh para mahasiswa.
“Buku ini memiliki begitu banyak pesan moril, dan kalau ditelaah lebih dalam akan memberikan dasar pemikiran yang baik untuk mahasiswa dimasa yang akan datang, pentingnya integritas dan menjaga wibawa orang berpendidikan itu betul harus dimulai dari kesadaran diri sendiri” Ujarnya

Safari perkenalan buku ini terus akan dilakukan oleh Abdullah Hehamahua guna menanamkan bibit unggul kepada orang berpendidikan. Tidak hanya di perguruan tinggi melainkan kantor instansi pemerintah juga menjadi targetnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *