Dari Usaha Pomade Hingga Gadget, Faisal Raup Rp75 Juta Tiap Bulan

MAKASSAR, NIDC—Tidak ada yang instan. Faisal memulai usahanya dari nol. Pemuda kelahiran Sengkang ini mampu meraup omzet hingga Rp75 juta tiap bulan dari bisnis gadget dan aksesoris gawai yang dilakoninya. 

Faisal sangat beruntung bisa menimba ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia. Ini tak lepas dari tempaan STIE Nobel yang selalu mendorong mahasiswanya untuk jadi pengusaha. Apalagi juga ditopang dengan kurikulum berbasis entrepreneurship. Karena dukungan dan ditopang kurikulum di kampus, lelaki kelahiran 11 Juli 1995 ini, membangun usahanya dengan penuh keyakinan dan optimisme.

“Terus terang saya tertarik dengan jargonnya sebagai school of business. Waktu itu, feeling saya mengatakan kampus inilah yang tepat untuk saya menambah wawasan tentang keuangan dan bisnis. Nyatanya memang terbukti,” ujar anak dari pasangan Ayah Masi dan Ibu Nurung ini.  

Setahun menimba ilmu di STIE Nobel Indonesia—sekolah bisnis pertama dan terbaik di Indonesia Timur, Faisal mulai merintis bisnis pertamanya. Waktu itu tahun 2015, ia memulainya dengan berjualan minyak rambut atau bahasa kerennya pomade. Saat itu ia diajak salah seorang teman organisasinya di kampus. Awal jualan bisa dikatakan ia mengawalinya dengan modal nekat dan semangat. Faisal memakai uang pembayaran semester, uang jajan kiriman setiap bulan dari orang tua, dan uang beasiswa dari kampus sebagai modal awalnya.

Memang waktu itu produk pomade impor sedang booming. Pomade lokal juga mulai bermunculan mengikuti tren. Cara pemasaran waktu itu juga tergolong sangat mudah. Faisal melakukan pemasaran secara online melalui group dagang sosial media. Ia juga merambah pasar offline, setiap hari minggu ia membuka lapak di Car Free Day (CFD) Losari. Tak butuh waktu lama usahanya pun meraup keuntungan.

Namun, seiring berjalannya waktu pesaing mulai banyak, dan menggunakan sistem pemasaran seperti yang Faisal gunakan selama ini. Hingga akhirnya, bungsu tiga bersaudara ini memutuskan membuat brand sendiri dengan nama Old School Pomade. Target pasarnya juga tidak lagi di Makassar. Faisal membidik target pasar baru dan lebih luas, yakni merambah ke daerah-daerah seperti Sengkang, Soppeng, Bone, Bulukumba, Maros, Barru, Pangkep, Belopa, hingga Palopo. 

Untuk media promosi, Faisal tetap memanfaatkan media sosial (medsos). Ia juga menjalin kerja sama dengan pedagang-pedagang online serta beberapa barbershop dan pangkas rambut. Sistem yang digunakan Faisal yakni titip jual, yang dikontrolnya setiap 20 hari sekali. Sistem yang ia gunakan ini bertahan sampai hari ini. Omzetnya mencapai Rp 8 juta hingga Rp10 juta perbulannya.

Tahun 2019, Faisal resmi menyandang gelar sarjana jurusan akuntansi. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang cukup memuaskan yakni 3.75. Setelah kelulusannya itu, Faisal melihat begitu banyak waktu yang terbuang di sela-sela waktu kunjungannya mengontrol mitra usaha pomade nya.

Ide bisnisnya pun kembali muncul. Dengan niat memanfaatkan waktu luang, Faisal membuka usaha baru di bidang gadget. Tokonya bernama OS Store yang berlokasi di Sengkang—tanah kelahirannya. Di tokonya tersebut, Faisal menjual handphone dari berbagai macam brand ternama, juga kartu perdana, kuota internet, dan aksesoris handphone

Menariknya, usaha Faisal yang kedua ini memiliki omzet yang lebih besar, yakni mencapai 75 juta perbulan. Yang awalnya usaha gadget ini sebagai pengisi waktu kosong, namun kini menjadi kesibukan dan prioritas di tiap harinya, dengan omzet yang menggiurkan. 

Diakuinya, kedua usahanya ini benar-benar ia bangun dari nol. Pasang surut sudah pasti terjadi. Namun dorongan untuk menjadi pengusaha begitu besar dalam diri Faisal. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *