Bagaimana Cara Memulai Bisnis?

“Anda tidak harus hebat untuk memulai, tetapi Anda harus memulai untuk menjadi hebat”, quotes Joe Sabah ini sangat tepat untuk siapapun kita yang tertarik memulai bisnis sendiri. Berikut ini, ada beberapa cara memulai bisnis yang kami rangkum dari kisah beberapa dari sekian banyak pebisnis sukses. 

Pertama, dengan hobi

Bill Gates—founder microsoft, Mooryati Soedibyo—founder Mustika Ratu, Ni Luh Ary Pertami Djelantik—founder Ni Luh Djelantik, mereka adalah contoh dari beberapa pebisnis sukses yang memulai bisnisnya dari hobi. Untuk itu, kita jangan pernah menganggap enteng hobi yang kita miliki. Melalui hobi, kita semua berpeluang menghasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat mensejahterakan hidup kita. Asalkan kita mampu berinovasi dan melihat celah bisnis dari hobi tersebut.

Kedua, dengan latar belakang pendidikan

Kita bisa memulai bisnis sesuai dengan jurusan yang kita ambil saat kuliah. Jerry Yang dan David Filo contohnya, mereka mendirikan Yahoo saat mereka sama-sama kuliah master di jurusan Electrical Engineering. Contoh berikutnya, ada Ir. Ciputra, ia menamatkan kuliah di jurusan arsitektur, hingga akhirnya ia menjadi raksasa pengembang properti di tanah air. Selain itu, juga ada Achmad Zaky dengan latar belakang pendidikan Teknik Informatika, yang mengantarkannya jadi founder Bukalapak. Mereka semua menggeluti bidang bisnis yang sesuai dengan pendidikan akademisnya.

Ketiga, dengan jeli mengamati momentum

The right man, on the right place, at the right time. Itulah kunci pebisnis yang memulai bisnisnya dengan memanfaatkan momentum. Ruth Handler contohnya. Perempuan dibalik penciptaan boneka Barbie tersebut mengawalinya saat ia memperhatikan anak perempuannya—Barbara, sedang bermain boneka kertas bersama temannya. Ruth Handler melihat anaknya bermain boneka dengan membayangkan peran sebagai mahasiswa, cheerleaders, dan orang dewasa dengan karir yang cemerlang. Menyadari hal tersebut, Ruth Handler memiliki ide untuk membuat boneka dewasa. Dimana diketahui saat itu, memang semua boneka yang ada dipasaran adalah boneka bayi. Salah satunya yang terkenal adalah boneka asal Jerman yang bernama Bild Lilli. Boneka tersebut juga yang kemudian menjadi inspirasi Ruth Handler menciptakan boneka Barbie dengan bentuk 3 dimensi. Ruth Handler sangat jeli mengamati momentum dan tren yang sedang terjadi. Untuk itu, penting bagi kita membuka mata dan telinga terhadap sekeliling, dan temukan inspirasi untuk menciptakan sesuatu. 

Keempat, dengan kepedulian

Nestle didirikan pada tahun 1866 di Vevey, Swiss. Awal sejarah Nestle dimulai dengan keprihatinan pendiri Nestle—Henri Nestle terhadap banyaknya bayi yang meninggal dunia sebelum usia mereka mencapai satu tahun. Hal ini dikarenakan bayi tersebut kekurangan gizi karena tidak mendapat asupan ASI dari ibunya. “Farine Lactee Nestle”, produk terobosan Nestle yang menjadi makanan pendamping ASI sekaligus makanan penambah gizi, berhasil menekan angka kematian bayi saat itu. Berangkat dari kepedulian, mengantarkan Nestle menjadi perusahaan produsen makanan teesar di dunia, dengan slogan “good food, good life”.

Kelima, dengan keahlian

Eugene Schuller seorang ahli kimia, memulai bisnisnya dengan menciptakan formula pewarna rambut yang inovatif, yang ia namakan Aureole. Dari situ, ia lalu mendirikan perusahaan bernama Societe Française de Teintures Inoffensives Pour Cheveux pada 1909, yang akhirnya kemudian berganti nama menjadi L’oreal, industri manufaktur paling besar di Prancis. Keahlian yang dipadu dengan inovasi dan keberanian sudah banyak melahirkan pebisnis sukses. 

Semoga kisah-kisah tersebut bisa memberikan inspirasi dan wawasan bagi kita semua yang ingin memulai bisnis sendiri, dan kelak bisa menjadi pebisnis sukses yang berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian bangsa Indonesia. (*)

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *