11 Alasan Kenapa Mahasiswa Mesti Belajar di Luar Kelas Juga, Tak Hanya Ikut Kuliah Saja!

Parade UKM kampus dan open recruitment Himpunan Mahasiswa jurusan selalu ramai ketika awal tahun ajaran baru dimulai. Rasa penasaran akan hiruk-pikuk kampus masih menyelimuti mahasiswa baru. Namun, menginjak pertengahan tahun masa studi, Sekret UKM dan Himpunan terasa lengang, satu per satu tumbang. Pandangan umum yang kerap beredar adalah kegiatan organisasi banyak mengganggu waktu kuliah. Mahasiswa yang sudah mendaftar pun satu per satu kabur dari organisasi.
Padahal kalau mau di pikir lebih bijak, banyak juga keuntungannya kalau kamu aktif di organisasi kampus selama kuliah.
Menjadi mahasiswa tidak hanya sekadar belajar di kelas lho! Banyak hal menarik di luar ruangan yang juga dapat kamu pelajari. Selain itu, dunia kerja nanti tidak hanya memakai ilmu yang kamu dapatkan di dalam kelas. Justru sebaliknya — dunia kerja juga memerlukan “ilmu jalanan” yang hanya tersedia di luar kelas.
Masih menganggap organisasi sebagai aktivitas yang bikin rugi? Berikut 11 alasan biar kamu yakin untuk ikut berorganisasi!

1. Ikut organisasi akan memperpanjang masa kuliah adalah mitos. Justru sebaliknya, aktif berorganisasi akan mempermudah proses kuliahmu.
Sungguh tidak ada kaitan yang masuk akal antara kuliah lama dengan kebanyakan ikut organisasi. Memang, waktu kita terbatas, namun manusia memiliki cara untuk mengelolanya. Ketika bisa dikelola dengan baik, maka aktivitas organisasi justru bisa menjadi jalan untuk mempermudah skripsimu nanti.
Lho kok bisa gitu?
Salah satu alasannya, aktif di organisasi membuatmu dekat dengan dosen lebih dari mahasiswa yang lain karena beberapa aktivitas organisasi harus berhubungan dengan beberapa dosen. Ini bukan kolusi dan nepotisme. Maksudnya, dengan terbiasa mengikuti jadwal beliau, pengetahuanmu tentang rutinitas beliau, jam kuliah, dan segala urusannya jadi bertambah. Ini bisa memudahkanmu untuk mengatur strategi jitu mencari dosen untuk bimbingan skripsi nanti.
Selain itu, bisa juga topik skripsimu justru terinspirasi dari hal-hal yang kamu temukan di organisasi.
Ikut organisasi memang banyak dijadikan alasan oleh mahasiswa yang kuliahnya lama. Tapi apakah dengan aktif di organisasi, otomatis kamu akan jadi mahasiswa abadi? Ya tidak juga!

2. Rajin di kelas akan membawa IPK yang baik, tapi organisasi membawamu ke jaringan pertemanan yang lebih luas. Keduanya sangat berguna ketika nanti kamu mencari kerja.
Selain itu di dalam organisasi kamu bakal dapat jejaring pertemanan yang daya jangkauannya lebih luas. Bertemu banyak orang artinya akan berhadapan dengan banyak peluang. Saat mencari kerja nanti, kamu tidak perlu googling setiap hari. Kesempatan akan datang dengan sendiri ketika kamu mampu merawat hubungan yang kamu jalin saat aktif di organisasi. Keuntungan lain dari hubungan ini adalah teman-teman di organisasi mengetahui karaktermu, jadi dia tidak mungkin sembarangan menawarkan kesempatan kerja ke dirimu.

3. CV-mu akan dipenuhi banyak pengalaman berarti. Kamu akan lebih siap untuk melamar pekerjaan atau beasiswa ketika lulus nanti.
Mencari pekerjaan di zaman sekarang tidak hanya membutuhkan ijazah, guys! Beberapa perusahaan menyaratkan adanya pengalaman organisasi yang cukup dari dirimu. Orang-orang seperti ini sudah terbukti bisa bekerja sama dalam tim. Selain itu, pengalaman berorganisasi juga membuktikan kualitasmu dalam memecahkan masalah.
Pengalaman organisasi juga sangat berguna ketika kamu mau mendaftar beasiswa S-2. Kamu akan dilihat sebagai orang yang peduli pada sesama dan tidak mementingkan diri sendiri, sehingga sponsor beasiswa tidak merasa rugi memberimu kesempatan ke luar negeri.

4. Dengan aktif di dalam dan di luar kelas, kamu jadi biasa mengatur waktu. Mencari peluang di tengah keterbatasan adalah karaktermu.
Aktif di organisasi membuat dirimu berusaha sebisa mungkin agar semua tanggungjawab dapat berjalan sesuai pada jalurnya. Ini membutuhkan pengaturan waktu yang super efektif. Kebiasaan inilah yang membuatmu menjadi pribadi yang sangat visioner. Keputusan yang kamu ambil selalu berdasarkan pada rencanamu beberapa hari ke depan. Oleh karenanya, setelah lulus nanti kamu akan menjadi pribadi yang berkualitas sebab kamu berbicara tentang masa depan di saat yang lain sedang sibuk mencari pekerjaan.

5. Saat aktif di luar kelas, kamu akan banyak bertemu ide kreatif. Ini membuatmu lebih siap masuk ke dunia kerja yang kompetitif.
Selain keahlian dalam mengatur waktu, ide kreatif adalah makanan sehari-harimu. Kerap mengadakan acara dan mengolah ide mentah menjadi konsep yang siap di eksekusi adalah aktivitas yang sangat berguna bagi masa depanmu di dunia kerja. Kamu lebih produktif dan terbiasa bekerja secara kreatif sehingga peka dengan segala potensi yang bertebaran di sekitarmu. Bekalmu lebih banyak dari teman-teman yang tidak biasa dengan ide kreatif. Sehingga, kompetisi di dunia kerja tidak akan terlalu mengagetkan bagimu.

6. Aktif di organisasi membuatmu tertempa oleh tantangan. Saat lulus nanti, kamu tak akan jadi newbie di kantor yang hanya bisa menyalahkan keadaan.
Organisasi akan membuatmu berhadapan dengan banyak aktivitas sehingga akan banyak menemui tantangan. Kamu dituntut harus memecahkan masalah dalam team agar kapal yang sedang berlayar dapat sampai tujuan dengan selamat. Proses ini akan membawamu pada pemahaman pola pikir yang solutif ketika menemui perkara di kemudian hari, sebab, tentu kamu tidak ingin tenggelam. Maka dari itu sikapmu tidak hanya menyalahkan keadaan, kamu akan membuat kondisi menjadi lebih mudah, sebab kamu telah merasakan betul bagaimana susahnya memecahkan sebuah masalah dan akan semakin runyam ketika hanya menyalahkan. Pribadi yang demikian akan terlihat berkarakter ketika sudah memasuki di dunia kerja.

7. Organisasi mengeksposmu pada karakter berbagai macam orang. Lingkungan baru seperti apapun tak lagi jadi penghalang.
Tantangan lain yang ada di organisasi adalah menghadapi beberapa orang yang berbeda pandangan. Kamu akan belajar memahami bagaimana bertindak dengan orang berkarakter A dan B. Pelajaran yang didapat adalah kamu harus tetap merawat hubungan meskipun berbeda pandangan. Kemampuan adaptasimu meningkat karena mulai memahami kecenderungan pola pikir kebanyakan orang. Ke depan, kamu tidak akan kaget ketika menemui orang baru entah di dunia kerja atau di lingkungan tempat tinggalmu yang baru. Kecerdasan dan ketenanganmu dalam menghadapi berbagai karakter orang sudah lebih dulu teruji sejak usia dini.

8. Biasa berhadapan dengan birokrasi kampus akan mempermudah urusan administrasi kuliah.
Salah satu kesulitan ketika berhadapan dengan perbedaan pandangan akan kamu hadapi saat bersentuhan dengan kerumitan birokrasi kampus. Tentu saja sebagai aktivis organisasi kampus kamu akan sering berhubungan dengan persoalan yang satu ini. Alhasil, kamu bisa mengetahui agenda kampus, dan cukup memahami gejala perubahan mendadak yang kerap mengagetkan sehingga kamu tidak perlu kerepotan ketika ada hal yang ingin dicari tau terkait kebenaran kebijakan kampus.

9. Kamu akan lebih dekat dengan berbagai kesempatan yang membanggakan. Beasiswa exchange dan kesempatan ikut mapres terbuka lebar.
Informasi dan kesempatan banyak bertebaran lewat organisasi kampus. Sebab organisasi kampus dianggap sebagai perwakilan mahasiswa sesuai dengan minat. Oleh karena itu, info dari luar kampus kerap masuk ke organisasi dulu. Kamu akan lebih siap untuk menerima informasi tersebut dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tak jarang, kamu dapat ditunjuk sebagai perwakilan jurusan atau fakultas untuk menghadiri forum-forum baik lokal, nasional, maupun internasional yang dapat meningkatkan kapasitasmu.

10. Tak jarang benih-benih cinta muncul di kehidupan organisasi. Barangkali jodohmu sudah menanti.
Dan tidak hanya kesempatan membanggakan. Organisasi adalah sebuah kesempatan untuk bertemu dengan ibu/ayah dari anak-anakmu kelak. Kalaupun dia bukan ibu/ayah dari anak-anakmu, setidaknya cinta di organisasi akan mewarnai memori kemahasiswaanmu, bukan hanya ingatan tentang tugas, ujian, serta skripsi yang melelahkan.

11. Menjadi mahasiswa tak hanya tentang menghadapi buku. Tapi juga soal menimba pengalaman yang akan bermanfaat bagi masa depanmu.
Nilai yang paling bermanfaat adalah pengalaman yang kaya dan beragam, tidak hanya bersentuhan dengan buku. Kamu membutuhkan pengalaman nyata. kesulitan yang nyata, dan tantangan yang nyata untuk meningkatkan kapasitas diri meraih sesuatu yang lebih tinggi. Tiada yang lebih handal dalam mendidik, selain pengalaman dan berhadapan dengan kesulitan, lengkap bersama kewajiban menemukan solusinya. Jika tidak mengalaminya, kamu akan menjadi mediocre alias setengah-setengah dan nanggung dalam menjalani kehidupan.

Ya memang melelahkan ketika kamu tergabung dalam organisasi di sela-sela kesibukan kuliah. Namun, tidak seharusnya segala kegiatan patut kamu ikuti. Skala prioritas dan minat perlu disusun agar kamu tidak ngawur dan asal-asalan menjalani kesinambungan antara kuliah dan organisasi.

Pilihlah aktivitas yang kira-kira kamu suka, dan jangan tergiur hanya karena satu unsur minatmu ada di situ. Bergabunglah dengan sesuatu yang sangat kamu impikan karena di situlah kamu akan berjuang untuk terus berada di jalan yang terkelola dengan baik. Semua hanya tergantung bagaimana caramu mengatur waktu dan persediaan imajinasi masa depan yang spektakuler!

*Id

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *