Kerja Sama Kampus dengan Komunitas TDA

Kerja sama STIE Nobel dan Komunitas TDA

Makassar, 30 Desember 2015. Komitmen STIE Nobel Indonesia untuk menciptakan kampus yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dalam bidang kewirusahaan secara simultan terus dilakukan. Salah satu wujud nyata dari cita-cita tersebut antara lain membangun kerja sama dengan pihak-pihak tertentu yang fokus pada pemberdayaan dunia kewirausahaan.

Salah satu pihak yang dianggap memiliki kesamaaan visi dalam pengembangan kewirausahaan yakni komunitas tangan diatas (TDA). Hal ini terlihat dari pertemuan antara pihak STIE Nobel Indonesia dan para dedengkot organisasi komunitas TDA.

Pada Rabu 30 Desember 2015, pihak STIE Nobel Indonesia dalam hal ini dipimpin langsung oleh Ketua STIE Nobel Indonesia DR.H.Mashur Razak, SE, MM mengadakan pertemuan penjajakan kerjasama dengan pihak komunitas TDA yang juga diwakili langsung oleh ketua TDA Makassar Andi Mattuju. Pada pertemuan kecil di cafe Deracer sekretariat TDA di jalan rusa no. 1 Makassar juga dihadiri oleh para jajaran pengelola STIE Nobel Indonesia yakni Wakil Ketua Bidang Akademik Muh. Saleh R, SE,. M.Si, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Ridwan, SE,. M.Si dan Public Relation Taufiq Manji, S.Ip,. M.si. Sementara dari pihak TDA juga dihadiri oleh oleh beberapa pemilik usaha yang tergabung di TDA diantaranya Founder Tanya Budi dan pemilik lembaga kursus MEC English.

Pertemuan yang dimulai di pukul 16.00 waktu setempat tersebut diantaranya membicarakan tentang program-program bersama yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak semisal pelatihan kewirausahaan, kuliah praktisi di STIE Nobel Indonesia oleh para pengusaha muda yang tergabung dalam TDA dan kerja sama terkait penerimaaan mahasiswa baru di STIE Nobel.

Satu bagian yang paling penting dalam pembicaraan hangat kedua belah pihak tersebut ialah rencana pembuatan kelas pasca sarjana di STIE Nobel Indonesia bagi para anggota TDA yang ingin melanjutkan studinya. Antusiasme sangat terlihat dari beberapa anggota komunitas TDA yang hadir yang spontan meminta formulir untuk mendaftarkan diri menjadi mahasiswa pasca sarjana di STIE Nobel Indonesia.

“Ini hal yang paling sangat kami nantikan, kami nantinya bisa mengembangkan diri karena bisa melanjutkan studi s2 di Nobel” Ungkap Andi Mattuju.

Hingga pertemuan berakhir menjelang adzan magrib kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut terkait beberapa item kerja sama yang dibicarakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *