Seputar Skripsi; Antara Kesulitan dan Kebanggaan

Bagi siapapun, skripsi selalu identik dengan sebuah proses yang melelahkan dan benar-benar menguji kesabaran. Mulai dari banyaknya revisi hingga dosen yang susah dihubungi. Keinginan segera menetas dari bangku perkuliahan dan menghadapi tantangan hidup selanjutnya, menjadi dorongan kuat banyaknya mahasiswa mengerjakan skripsi. Namun kenyataannya memang tidak semua proses berjalan dengan mudah. Ujian akhir dari segala proses akademik membuat kamu harus lebih berusaha ekstra menjalaninya.

Pusing hingga berujung pada tidak tersentuhnya pengerjaan skripsimu membuat beban tersendiri di tengah keinginan segera sarjana. Apalagi jika melihat teman-teman yang lain sudah mengentaskan kewajibannya dan wisuda dengan suka ria. Tambah deh bebannya hehe.

Berikut beberapa pesan bagi kamu yang sedang berjuang mengentaskan skripsimu:

 

Skripsimu adalah hasil karya terbesarmu

Skripsi sudah pasti mencakup masalah-masalah yang ada disekitar kita. Secara tidak langsung itu sikap kepedulianmu terhadap lingkungan sekitar. Dengan adanya skripsi masalah yang kamu teliti akan terungkap dan bisa jadi dikemudian hari menemukan solusinya.

“Tulisan skripsimu juga bisa menjadi inspirasi dan referensi bagi orang lain. Maka bersungguh-sungguhlah”

 

Bukti bahwa kamu bukan mahasiswa biasa

Yang terpenting dari skripsi adalah cara kamu mengungkap masalah. Segala proses yang akan kamu tempuh menjadi bukti bahwa kamu mampu menaklukan satu persatu langkah dalam penyelesaian skripsi. Orang sekitar terutama dosen pembimbing mu akan melihat seberapa tangguh dan seriusnya kamu dalam menyelesaikan skripsi. Hal ini pun dapat menjadi ajang pembuktian siapa diri kamu sebenarnya.

 

Skripsi bukti cinta pada dirimu sendiri

Love what you do and do what you love. Sebisa mungkin permasalahan penelitian mu adalah hal yang menarik bagi kamu atau bahkan hal yang sedang kamu geluti saat itu. Dengan begitu kamu tidak merasa terbebani dan lebih bersyukur atas segala apa yang sudah kamu lakukan.

 

Jika kamu menganggap skripsi itu beban, jangan harap kamu bisa berkembang lebih jauh

Skripsi juga menjadi area tantangan bagi kamu untuk menyelesaikan suatu misi dalam perjalanan hidupmu. Ketika kamu menganggap skripsi adalah beban yang membuat kamu stress atau bahkan tidak dapat membuat kamu bebas, kamu salah. Skripsi masih bagian kecil dari proses perjalanan hidupmu. Skripsi, menjadi media bagi kamu mengungkapkan segala kebebasan berpendapat mu mengenai sebuah permasalahan. Jadi alon-alon kelakon ya alias pelan tapi pasti.

Tak ada yang lebih berarti ketika kamu berhasil menyelesaikan sebuah tantangan. Tantangan demi tantangan jelas memiliki beban yang berbeda. Hadapilah dan sesuaikan dirimu dengan tantangan yang mau tidak mau harus kamu hadapi. Agar kamu mengerti bagaimana rasanya berjuang! Selamat mengerjakan skripsi!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *