Mahasiswa baru dan gambaran kehidupan kampus

Mahasiswa adalah panggilan untuk seseorang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi setelah menempuh pendidikan SMA/SMK atau setaranya. Mereka melanjutkan ke perguruan tinggi dengan bermaksud mengembangkan ilmu yang mereka peroleh di sekolah. Namun, tidak sedikit dari mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya untuk mencari kesenangan dan tren semata. Langkah mahasiswa untuk menuju suatu perubahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk di capai dengan hanya belajar saja. Berbagai rintangan yang harus di lalui selama berada di dunia kampus, karenanya harus memilki strategi yang baik dan sesuai dengan tujuannya. Untuk memulai kuliah, bukanlah yang mudah untuk di capai tanpa sebuah pengorbanan yang lebih, mulai dari meluangkan waktu, pikiran sampai menghabiskan tenaga, biaya, dan lain-lain. Tentu dibalik semua itu adalah sebuah perjuangan untuk meraih sebuah impian yang ingin kita ingin capai selama menjalani kuliah, karena semua itu merupakan sesuatu yang berharga yang harus di bayar.

 

Dalam mengembangkan pemikiran di perguruan tinggi, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan tata tertib di perguruan tinggi tersebut agar dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan kampus tersebut. Tata perilaku yang disebutkan yaitu serangkaian norma dan etika yang memuat hak dan kewajiban mahasiswa dalam bersikap, bertindak, dan beraktifitas selama di lingkungan kampus. Tata perilaku para mahasiswa harus selaras dengan peraturan perguruan tinggi dan norma norma yang berlaku di kampus, agar kegiatan belajar mengajar di kampus bisa berjalan dengan baik.

 

Seluruh perguruan tinggi pasti mempunyai peraturannya masing masing. Peraturan tersebut dibuat untuk mengatur jalannya kehidupan di perguruan tinggi tersebut agar selaras dengan norma norma yang berlaku di daerah sekitar perguruan tinggi tersebut. Maka dapat di pastikan bahwa di setiap perguruan tinggi memiliki peraturan yang berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Hal ini terjadi karena setiap perguruan tinggi membuat peraturan yang sesuai dengan norma yang berlaku di daerah masing masing. Walaupun peraturannya berbeda, tetapi dalam garis besar memiliki peraturan yang hampir sama.

 

Awal untuk masuk perguruan tinggi tentunya kita harus mempertimbangkan segalanya dengan matang matang untuk masuk universitas yang mana, dan sesuai  dengan jurusan yang kita inginkan. Banyak hal yang harus dimatangkan, seperti jarak tempuh kampus, akreditasi jurusan yang di inginkan, dan juga program beasiswa yang bisa kita dapatkan di universitas tersebut. Namun semua itu masih kalah dengan pilihan terakhir mahasiswa, dimana mereka memilih kuliah tanpa jurusan yang tidak mereka inginkan hanya untuk melepas penat dirumah atau singkatnya kuliah abal abal.

 

Masa-masa awal kuliah merupakan perjalanan yang terasa sangat menyenangkan, pada saat menjadi seorang mahasiswa baru, banyak pengalaman baru dan kehidupan baru yang dirasakan ketika berada di dunia kampus. Namun lama kelamaan tiba-tiba saja kita akan merasakan titik kejenuhan selama kamu merasakan proses kuliah, bahkan banyak dari mereka memilih untuk nongkrong dan main main dibandingkan harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dikelas, yang sebenarnya itu tempat mengembangkan ilmu kita. Ada saatnya kita merasa bosan sehingga menyebabkan mahasiswa tidak segan untuk melanggar tata tertib dan norma yang di tetapkan, biasanya dosen pengajar yang membosankan atau dosen killer yang sering memberi tugas yang dapat membuat mereka memilih diluar kelas dibandingkan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mahasiswa baru masih begitu polos untuk memahami lingkungan kampus, bahkan semua masih sesuai dengan jalurnya dalam menaati peraturan peraturan yang ada di kampus tersebut hanya sedikit yang melenceng dari tata tertib kampus, itupun mereka bekas dari mahasiswa lama biasanya. Jadi kuliah bukanlah hal yang di kerjakan secara rutinitas, tetapi kuliah merupakan proses membentuk diri kita menjadi apa yang kita inginkan di masa mendatang. Jadi harus memiliki niat dan tujuan yang benar saat kita kuliah, karena dengan hal itu pasti akan berdampak pada saat selama kita menjalani proses kuliah.

 

Sebenarnya tahun pertama untuk mahasiswa baru ialah masa masa kritis bagi kehidupan mahasiswa. Masa tersebut merupakan masa transisi dan penyesuaian terhadap tuntutan sosial dan akademis perguruan tinggi, masa masa kemungkinan besar untuk DO atau perubahan pembelajaran. Bagi para mahasiswa baru untuk mendapat teman sesama mahasiswa baru itu tidak sulit, namun di terima dalam lingkup pergaulan mereka itu yang bikin susah, karena terlalu banyak mahasiswa baru yang tidak sedaerah dengan kita. Maka dari itu kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus juga dengan sesama teman, mahasiswa baru perlu melakukan proses adaptasi karena lingkungan di universitas sangat berbeda dengan lingkungan di SMA/SMK. Namun, sayangnya tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang sama, terkadang ada yang mudah beradaptasi kadang ada yang sulit untuk beradaptasi, hal ini tentu menjadi masalah bagi mahasiswa tersebut dan lingkungan barunya. Mahasiswa yang kesulitan untuk beradaptasi ia bisa mengalami gangguan dalam beriteraksi dengan dosen, dan yang lainnya bahkan teman seangkatannya sendiri, hal ini juga dapat mengganggu proses belajarnya yang bisa menghambat proses akademis.

 

Mahasiswa di tuntut untuk memiliki rasa peduli dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Mahasiswa juga harus memiliki jiwa sosial yang baik terhadap masyarakat dengan terjun langsung untuk mencari solusi-solusi darimasalah-masalah yang di alami oleh masyarakat. Artinya mahasiswa sebagai agen perubahan bagi bangsa, karena mahasiswa yang lebih berpihak dan peduli terhadap masyarakat. Adapun mahasiswa berjiwa bisnis atau wirausaha, yaitu mahasiswa yang memiliki jiwa usaha, untuk mengembangkan produk usaha atau kerajinannya yang disukai oleh kalangan mahasiswa yang di pasarkan di kampus tersebut. Mahasiswa seperti sering berfikir tentang peluang peluang usaha yang bisa mereka geluti untuk kalangan mahasiswa, mereka juga sering berinovasi untuk memajukan produk produk yang mereka miliki. Mahasiswa seperti ini sudah termasuk dalam mahasiswa kreatif yang dapat diajukan dalam perlombaan PKM.

 

Mahasiswa juga dituntut untuk berprestasi pada saat di kampus, dengan mengikuti lomba-lomba, misalnya lomba kreativitas mahasiswa seperti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), atau lomba-lomba yang sesuai keahliannya. Selain itu mahasiswa harus memiliki minat-bakat dan mengembangkannya seperti mengikuti kegiatan UKM ( Unit kegiatan Kemahasiwaaan), dan partispasi aktif pada kegiatan organisasi mahasiswa seperti kegiatan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), dan juga sering mengikuti open recrutment kepanitian dalam acara yang diselenggarakan oleh HMJ, BEM, maupun kampus. Sehingga mahasiswa mampu mengasah softskillnya bukan hanya mampu berprestasi pada hardskill saja. Jadi, mahasiswa harus pandai untuk mengatur manajemen waktunya, agar kegiatan-kegiatan yang di jalani selama di kampus, maupun saat kuliah, beorganisasi, dan ikut kegiatan organisasi, atau pelatihan atau seminar, dan lain-lain. Tentunya semua yang di lakukan mendukung kemampuan softskill maupun hardskill.

 

Keaktifan mahasiswa dalam mengembangkan sofskillnya bisa dilihat dari keaktifan mereka di kampus dalam mengikuti kegiatan, maupun organisasi yang ia ikuti. Sukses untuk tahun pertama bukanlah soal berapa besar IP kita, tapi seberapa aktifkah kita dalam berkontribusi untuk jurusan, fakultas, dan perguruan tinggi. Sebenarnya dalam urusan akademik itu tidak terlalu penting untuk dijadikan acuan kita untuk berkembang, karena, untuk tahun pertama sebagai mahasiswa baru mereka akan menemukan yang namaya UTS take home dan UAS take home, disini bisa dilihat bahwa UAS dan UTS tidak begitu penting dalam perkuliahan. Jadi, untuk menjadi mahasiswa yang sukses, jangan sibuk dengan kegiatan akademik dimana itu hanya akan menghambat perkembangan softskill kalian, jangan jadi mahasiswa kupu kupu (selesai kuliah pulang), jadilah mahasiswa kura kura (kuliah rapat). Dengan begitu kita akan memiliki pengalaman dalam berorganisasi atau kepanitian suatu acara. Diantara berbagai kesibukan yang mereka hadapi seperti, rapat kepanitian, rapat pengurus, menyelesaiakan tugas tugas, uts, uas dan sebagainya, seorang mahasiswa juga membutuhkan liburan atau refresing untuk melupakan sejenak kebosanan selama satu tahun bersama tugas tugas kuliah.

 

Mahasiswa juga membutuhkan liburan untuk melepas penat yang mereka rasakan selama satu tahun. Tidak hanya itu, liburan juga digunakan sebagai ajang pamer teman baru yang berasal dari berbagai daerah atau kota. Liburan yang cocok untuk para mahasiswa yang sangat ingin meluapkan kebosanan yang meraka alami yaitu, di tempat yang hijau dan indah seperti pegunungan, pantai, dan tempat wisata lainnya. Dengan begitu mereka bisa menikmati keindahan alam yang tidak bissa mereka dapatkan di kampus mereka.

 

Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa mahasiswa adalah seseorang yang mengembangkan pontensinya dengan melanjutkan studinya kejenjang perguruan tinggi dengan beberapa tahapan, yang pertama, kita harus menyesuaikan diri dengan lingkungan agar tidak melanggar tata tertib dan norma yang berlaku dilingkungan tersebut. Yang kedua, beradaptasi dengan pergaulan, agar kita dapat berinteraksi dengan dosen, senior, maupun teman kita sendiri untuk memudahkan proses belajar kelompok maupun sosialisasi dan juga tidak mengganggu akademik kita, Yang ketiga kita dituntut untuk berprestasi di dalam semua bidang akademik maupun non akademik yang sesuai dengan keahlian kita masing masing.

 

Editor : Ilham Darmawan NIDC

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *