Gelar Kuliah Umum ; Program pascasarjana STIE Nobel Indonesia hadirkan kepala LLDIKTI wilayah IX

STIE Nobel-Makassar 30 Maret 2019 program pascasarjana-magister manajemen STIE Nobel Indonesia menggelar Kuliah umum dengan tema “Strategi Meningkatkan Daya Saing Nasional melalui Peningkatan Kompetensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Jasruddin M.Si selaku kepala LLDIKTI wilayah IX.

 

Kuliah umum juga dihadiri oleh pembina yayasan Mutiawan M. Handaling beserta seluruh civitas akademika STIE Nobel dan mahasiswa pascasarjana-magister manajemen.

 

Dalam sambutannya, Mutiawan M. Handaling mengatakan “Ucapan terima kasih kami dari seluruh civitas akademika STIE Nobel atas kehadiran Bapak Prof. Jasruddin dikampus kami guna membawakan kuliah umum bersama dosen-dosen dan mahasiswa pasca sarjana, nah terkait revolusi industri 4.0 adalah sebuah keharusan yang perlu kita hadapi, dan kita semua mesti mengambil peluang yang ada dengan cara meningkatkan kualitas kompetensi sumber daya manusia kita, karena sampai hari ini cukup banyak juga industri yang tenggelam dengan kenyataan revolusi industri 4.0 ini. Revolusi industri ini memungkinkan kita untuk menangkap peluang bisnis yang begitu besar, dan tentunya itu butuh kompetensi sumber daya manusia yang mumpuni”.

 

Dikesempatan yang sama dalam membawakan materi kuliah umumnya, Prof. Jasruddin mengutarakan “Hari ini Jepang telah mendeklarisan revolusi industri 5.0 dinegaranya, dan realitasnya hari ini dinegara kita dengan revolusi industri 4.0 itu mengancam industri dan ketenaga kerjaan, dan jawaban dari tantangan ini adalah dibutuhkan kemampuan SDM yang kompeten untuk berfikir, menuangkan konsep, gagasan dan idenya untuk melahirkan bisnis-bisnis yang baru. Kita dituntut utuk terus berfikir bagaimana cara memecahkan masalah dan harus menemukan solusi dari permasalahan yang hadir, karena semakin banyak masalah maka semakin banyak orang yang berfikir, maka orang orang bermasalah inilah yang nantinya akan mampu membuat perubahan di era revolusi industri 4.0 dengan menciptakan industri dan bisnis yang baru”.

 

“Kejujuran, integritas, bekerja lebih keras dari orang lain, dan memiliki pasangan hidup yang baik adalah 4 indikator utama untuk mencapai kesuksesan dimasa kini dan yang akan datang, mari kita jadikan ini sebuah motivasi untuk memenangkan peluang dan menghadapi revolusi industri 4.0 ini”. Ujar Prof. Jasruddin lebih lanjut.

 

2,1 juta lapangan kerja baru yang diharapkan mampu tercipta di era revolusi industri 4.0, ini merupakan tantangan dan tanggungjawab kita bersama sebagai warga negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *