Artikel mahasiswa ; Akademik dan organisasi

Dan aku tak lebih dari sekedar penghianat organisasi.!!!

Berbicara mahasiswa tidak pernah ada habisnya, dalam konteks mahasiswa ideal bukan hanya mereka yang memiliki indeks prestasi yang tinggi dan bukan pula yang aktif berorganisasi, tapi dia yang mampu menyeimbangkan antara keduanya, akademik + organisasi = mahasiswa IDEAL.

Dari segi akademik mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap orang tuanya dan dirinya sendiri, untuk bisa lulus dengan predikat membanggakan serta tepat waktu.

Di sisi lain mahasiswa di tuntut selalu menjadi garda terdepan atas perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, sesuai dengan salah satu peranan mahasiswa yakni agent of change, yaitu mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar, mereka di lahirkan seolah seperti malaikat yang maha benar dan maha tahu atas segalanya, begitulah pandangan masyarakat umum.

Tipikal mahasiswa yang hanya aktif pada wilayah akademik cenderung memiliki indeks prestasi yang tinggi, sangat mendewakan si huruf “A”, dan menganggap ruang kuliah adalah satu-satunya sumber ilmu.

Sedangkan tipikal mahasiswa organisatoris menganggap bahwa indeks prestasi adalah sebuah formalitas belaka, lulus tepat waktu bukanlah sebuah prioritas utama, dan hadirnya di ruang kuliah antara ada dan tiada, beralasan bahwa ketidakhadirannya karena sebuah organisasi. Sebenarnya mahasiswa-mahasiswa seperti ini adalah mahasiswa penghianat organisasi, bersembunyi di balik nama organisasi. Mahasiswa yang organisatoris sejati akan paham dengan sendirinya kapan ia berorganisasi dan kapan ia harus masuk kuliah.

Akademik itu penting, organisasi juga tak kalah pentingnya. Akademik tempat untuk menampung teori-teori, dan organisasi sebagai wadah pengimplementasian dari pada teori yang di dapatkan di ruang kuliah. Akademik dan organisasi adalah ibarat dua sejoli yang tak boleh terpisahkan.

Penulis : Nurman (Mahasiswa tingkat akhir STIE Nobel)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *